MENYAMBUT HARI IDUL ADHA

iedBiasanya selepas waktu shubuh, bakul jajanan yang lewat berteriak teriak menawarkan jajanan yang cocok dinikmati bersama kopi hangat, tapi hari ini sepi tak ada yang lewat satupun. Mungkin para bakul jajanan menghormati warga kampung yang sedang menjalani puasa sunah arafah. Mungkin kesadaran warganya untuk melaksanakan puasa sunah arafah sudah meningkat. Bukankah fadilah puasa arafah sangat luar biasa? Menghapus dosa satu tahun lalu dan dosa satu tahun yang akan datang.  Atau hanya untuk mengosongkan perut agar besok bisa menikmati daging korban lebih lahap dan lebih nikmat.

 Bukannya buruk sangka, setahuku kampungku bukan kampung yang religius. Bahkan bisa dibilang sedikit kendor dalam kegiatan agamanya. Itu bisa dilihat dari sepinya mushola  yang ada di dekat rumahku. Setiap adzan dikumandangkan memanggil untuk sholat berjamaah, yang datang tak lebih dari hitungan jari . Bukan jari dua tangan, tapi jari satu tangan saja! Yang datang ya itu itu saja. Anggota tetap!

Besok yang mau kurban, dua orang. Pak haji Mujib dan Pak Darkum imam mushola kami. Dua duanya berkurban sapi untuk kurban masing masing anggota keluarganya. Semua  warga menyambut gembira berita itu. Ini berarti kami bisa pesta daging sapi. Makan daging sapi merupakan kemewahan yang sangat jarang kami nikmati. Kami makan daging sapi kalau lagi kondangan dan kalau hari raya Idul adha. Itupun kalau hewan kurbannya sapi. Biasanya cuma  kambing. Kalau cuma kambing, biasanya warga menyambut berita itu adem adem saja. Tanpa ekspresi ! Bukan tidak bersyukur,  banyak warga kampung kami  yang berpantang daging kambing karena penyakit darah tinggi, diabetes dan penyakit modern lainnya.

Mungkin orang kota akan heran mendengar penyakit y ang diderita orang kampung. Penyakit orang kampung biasanya mencret, eksim, panu dan penyakit kampungan lainnya. Tapi entahlah penyakitnya sudah ikut modernisasi. Modernisasi yang tidak dirindukan!

Di beberapa daerah, pastinya sudah ada yang melaksanakan sholat Idul Adha, mungkin sekarang lagi sibuk ngipasin arang, nyateee!! Iya kan? Selamat hari raya Idul Adha bagi yang sedang menunaikannya. Dan selamat menikmati daging kurbannya.

Terima kasih kawan, atas kunjungannya. Semoga yang sedikit ini menambah kesadaran akan puasa sunah arafah, Amiin….

Baca juga bangkit-lagi-ketika-jatuh

 

 

 

 

 

 

 

i

 

 

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Cara Allah dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke MENYAMBUT HARI IDUL ADHA

  1. Ping balik: CARA SUPAYA DAPAT BANGUN MALAM ( TAHAJJUD ) | kunangimoet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s