TAMU KAMI HARI INI

Hallo kawan….,blog buku harianku hadir lagi, kemarin keluarga saya kedatangan keluarga bibiku.Kami sangat senang atas kedatangan  mereka. Bagaimanapun kelurga bulikku sangat berjasa pada saya, ketika saya terkena musibah di jakarta. Merekalah yang merawat saya. Merekalah yang pontang panting mengurus administrasi keperluan rumah sakit.

Dengan kedatangan mereka, suasana rumah yang biasanya sepi jadi meriah. Apalagi cucu keduanya imut banget.  Tak bosan bosannya menggoda si imut itu. Yang paling repot adalah ibu saya. Menyediakan minuman, mempersiapkan makan, dan lain lainnya. Karena saya lelaki, paling hanya membantu membersihkan lantai dan menyiapkan  dua kamar tidur untuk mereka beristirahat.

Tapi yang membuat saya kurang berkenan adalah menantu bibiku. Sesama wanita rasanya kurang peka  pada kerepotan tuan rumah. Melihat ibu saya sibuk di dapur, menantu bibiku nampak tenang tenang saja  menikmati teh hangat sambil menonton televisi. Mungkin karana di rumahnya segala keperluan dan kegiatan rumah tangganya sudah ditangani oleh pembantu yang di gajinya setiap bulan. Walaupun biasanya segala kebutuhannya ditangani oleh pembantu, kebiasaan itu harusnya diabaikan ketika bertamu. Walaupun tidak biasa cuci piring, ketika bertamu harus ikut mencuci piring,sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian pada kerepotan tuan rumah atas kedatangan mereka.

Mungkin pemikiran saya tidak dimiliki oleh perempuan masa kini. Khususnya perempuan karir. Sepeti itukah tuntunan yang yang di contohkan oleh istri rosul, siti khodijah? Bukankah siti khodijah juga wanita karir? Tetapi tidak seperti itu tuntunan rosulullah yang diajarkan pada siti khodijah. Siti khodijah tetap masih bisa menangani urusan urusan rumah tangga. Atau seperti itukah cita cita yang diperjuangkan oeh bunda ibu kartini?

Mungkin kitalah yang salah menangkap pesan  dari nilai nilai yang diperjuangkan oleh mereka, atau merekalah yang ingin menciptakan model baru, atau pengembangan yang menurut pemikiran mereka, lebih relevan dengan situasi dan kondisi dengan jaman yang berkembang sekarang ini?

Atau bahkan mungkin hanya saya yang merasa aneh atas fenomena ini, saya hanyalah pribadi yang gagap dan tidak tanggap pada bentuk kelumrahan,yang dianggap tidak lumrah oleh  pribadi yang lambat dalam merespon situasi dan kondisi yang terjadi.

terima kasih kawan. atas kunjungannya.

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s