4 karakter untuk mengubah kegagalan jadi kemenangan

alva edisonHallo kawan, setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, terutama dalam mewujudkan impian dan harapan yang ingin diraih.  Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang luput dari kegagalan. Nobody perfect. Yang jadi masalah  yaitu bila kita menganggap kegagalan sebagai tanda bahwa kita pecundang.  Benarkah anggapan seperti ini? Kalau anggapan seperti ini benar, maka orang orang hebat seperti Edison, Einstein, dan pesohor lainnya berarti pecundang  juga dong? Mereka juga mengalami kegagalan seperti kita, bahkan lebih banyak dari yang kita alami. Tetapi sekarang kita mengenal mereka sebagai pemenang. Lalu apa yang menyebabkan mereka bisa sukses melewati kegagalan kegagalan itu?  Nah pada postingan kali ini saya mau berbagi  tentang syarat menjadikan kegagalan menjadi sukses. Info ini saya baca dari buku lama di perpustakaan tetangga.

Paling tidak ada 4 karakter yang harus dimiliki oleh pemenang untuk mengubah kegagalan jadi kesuksesan, 4  karakter itu adalah sebagai  berikut:

  1. Pemenang menolak anggapan bahwa kegagalan identik dengan pecundang.

Bila seorang pemenang mengalami kegagalan, apakah mereka menyerah dan mengatakan aku memang pecundang. Tidak! Mereka paham betul bahwa kegagalan adalah hal yang manusiawi, mereka kembali bangkit dari kegagalannya, dan kembali melanjutkan perjalanannya dalam mencapai tujuannya.

Para pemenang mengetahui sepenuhnya bahwa dimuka bumi ini semua pesohor mulai jaman socrates sampai jaman sekarang, sebelum pesohor menikmati kesuksesan pasti mengalami kegagalan kegagalan. Kegagalan hanya ujian belaka untuk meraih tingkat kemuliaan yang lebih tinggi. Hanya orang yang mampu melewati ujian itulah bisa menikmati anggur kemenangan dari piala kesuksesan yang diperjuangkan itu.

2. Pemenang menganggap kegagalan hanya bersifat sementara belaka.

Memang kesannya klise, ungkapan”Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.” Semua juga tahu. Ketika mengalami kegagalan pasti semua orang akan menghiburnya  dengan mengatakan ungkapan seperti diatas.

Sang pemenang tentu lebih paham hal itu,  kegagalan hanya sementara waktu. Asalkan dihadapi dengan ketabahan maka pada saatnya      kegagalan itu akan berubah menjadi kesuksesan.

Mereka terus bertekun, maka sekarang kita bisa menyaksikan kemenangan mereka atas keteguhan prinsip untuk tetap bertekun. Mereka menolak untuk menyerah ketika mengalami kegagalan karena mereka tahu kegagalan hanyalah sementara  saja.

3. Pemenang mampu memfokuskan hanya pada kekuatan kekuatan yang dimilikinya.

Bila pemenang fokus pikirannya pada kekurangan kekurangannya ,maka akan menimbulkan ketakutan dan lemahnya semangat juang yang ujung ujungnya malah berhenti berjuang. Sebaliknya dengan memfokusksn pikirannya pada kekuatan kekuatan yang dimilikinya, maka akan timbul  daya tahan dan semangat juang untuk mewujudkan tujuan tujuannya.

Coba bayangkan kalau saat mereka terus merenungi kegagalan dan menyesali kesalahannya, mungkin semangat mereka akan padam dan mengambil keputusan untuk menyerah.

Pikiran itu biasanya selalu mengembangkan bibit pikiran awal. Ketika memikirkan kekuatan potensi dirinya, maka pikiran akan memunculkan potensi potensi lainnya untuk mendukung dan mengembangkan pikiran awal yang optimis.

Sebaliknya kalau pikiran awal sudah pesimis ketika menghadapi kegagalan, maka pikiran akan mengembangkan pikiran pesimis lainnya dengan mengembangkan fakta fakta lain  yang mendukung bahwa mereka pantas gagal.

4. Pemenang mampu  bangkit kembali dari kegagalan yang dialaminya.

Seorang pemenang bila mengalami kegagalan akan segera bangkit lagi, karena meyakini kegagalan merupakan proses menuju kesuksesan. Kegagalan adalah hal yang lumrah , jadi tidak membuat pemenang untuk  menyerah dan berhenti berjuang.

Bayangkan kalau ketika kita masih balita kita kapok belajar berjalan lagi ketika jatuh pertama kali  mungkin sampai saat ini kita masih di gendong sama mboke.

Atau ketika belajar naik sepeda kita kapok mencoba lagi ketika jatuh dari sepeda mungkin sampai sekarang kita masih mbonceng terus sama kawan ketika berangkat  kuliah atau ngantor, ya kan?

Itulah  4 karakter  yang harus dimiliki oleh kita untuk bisa mengubah kegagalan menjadi kemenangan, semoga artikel yang singkat  ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Baca juga : jangan-pernah-menyerah

 

 

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di motivasi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s