Berbaik sangka dan bersabar dalam menghadapi musibah

Ketika anda menjumpai suatu peristiwa, bisakah anda menilai suatu  kejadian tertentu imagesbad goodhakikatnya baik atau buruk. Bisa saja anda secara spontan  mengatakan baik, namun beberapa saat kemudian penilaian anda mungkin berubah. Lain lagi jika peristiwa yang sama tersebut ditanyakan pada orang yang berbeda, mungkin penilaian orang itu terhadap kejadian tersebut justru bertolak belakang dengan penilaian anda. Sebagai contoh, ketika anda mengalami sakit, lalu berobat ke dokter, dan  menghabiskan uang puluhan ribu. Mungkin kejadian ini menurut anda buruk. Lain halnya menurut dokter yang mengobati anda, mungkin menilai kejadian tersebut baik karena bertambahnya pemasukan uang baginya.

Nah karena itulah ketika anda mengalami suatu kejadian yang tidak menyenangkan hati, kita tidak boleh mengeluh, saling menyalahkan, apalagi menyalahkan Tuhan. Tidak ada suatu perbuatan Tuhan  yang sia sia. Semua perbuatanNya penuh dengan hikmah dan tujuan yang baik. Yang perlu kita lakukan dalam menghadapi  kejadian yang tidak menyenangkan hati adalah menghadirkan kesabaran yang teguh. Tanpa kesabaran kita tidak mungkin bisa memetik hikmah dari kejadian kejadian yang menimpa diri kita.

Yang jadi masalah kadang kita tidak sabar menghadapi kejadian yang tidak menyenangkan hati itu. Karena memang tabiat asli manusia adalah tergesa gesa.  Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan sekelas nabi Musapun tergesa gesa bertanya ketika khidir melakukan perbuatan perbuatan yang tidak berkenan di hati nabi Musa, padahal itu adalah perbuatan atas petunjuk Allah. Allah berfirman:

“Manusia telah diciptakan (bertabiat) tergesa gesa” (Qs. al Anbiya:37) juga “Dan adalah manusia bersifat tergesa gesa” (Qs.al Isra:11)

Maka ketika mendapat suatu kejadian yang tidak menyenangkan kita tidak boleh langsung memvonis peristiwa  tersebut  buruk bagi kita. Allah telah berfirman:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahali ia  amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Qs. al baqarah:216)

Dari ayat ayat diatas maka makin jelaslah bahwa sikap sabarlah yang harus di miliki, agar kita bisa mengetahui  dan memetik hikmah dari musibah yang kita terima. Bila kita bersabar mungkin suatu saat kita malah bersyukur atas kejadian itu, yang dengan kejadian itu, kita mendapat kebaikan yang nilainya jauh lebih besar dari musibah yang kita rasakan saat ini.

Sekian postingan kali ini, mohon maaf bila ada kekurangan, dan mohon koreksi dari yang lebih faham masalah ini. Terima kasih atas kunjungannya.

Sumber gambar: tranformation.cer.u2

Baca juga jangan-pernah-menyerah

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Cara Allah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s