Jangan marah, dan cara mengatasinya

marahKalau Anda menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati Anda atau bahkan bertentangan dengan keinginan yang ada di hati Anda, apakah Anda menghadapinya dengan sabar, tenang, atau malah marah marah pada orang yang telah melakukan kesalahan tersebut. Kalau Anda termasuk orang yang mampu bersabar menghadapi perkara yang tidak Anda sukai, maka mungkin Anda termasuk orang yang beruntung, karena mungkin Anda sudah melaksanakan salah satu sunah Nabi Muhammad SAW yaitu tidak marah marah,  tetapi sebaliknya bila Anda  malah melampiaskan kemarahan pada  orang yang telah melakukan kesalahan itu, maka mungkin Anda termasuk orang yang mendapat teguran dari kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW, pernah memberi wasiat pada seorang laki laki yang datang pada beliau untuk meminta  sebuah wasiat yang singkat dan padat yang yang dengan wasiat itu terkumpul berbagai perkara kebaikan, agar laki laki tersebut bisa menghapal dan mengamalkan wasiat tersebut. Dan Nabipun bersabda :”Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya , dan Nabipun mengulangi lagi Sabdanya, “Engkau jangan marah!”.   Wasiat ini diriwayatkan  oleh  al  Bukhari, dari Abu Hurairah ra.

Kalau melihat sabda Nabi di atas apakah kita tidak boleh sama sekali memiliki sifat marah? Tentu bukan itu maksudnya, sifat  marah adalah sifat fitrah manusia. Namun ada marah yang diperbolehkan, dan ada marah yang dilarang. Marah yang diperbolehkan yaitu  marah yang dilakukan bila ada pelanggaran terhadap hak dan syariat Allah , seperti meninggalkan sholat dengan sengaja, atau melakukan dosa dengan sengaja, seperi minum minuman   yang memabukkan, berbuat zina, dan sejenisnya.

Larangan marah yang dimaksudkan oleh Nabi di atas, adalah marah yang mengikuti emosi dan hawa nafsu yang pengaruhnya membawa pada kehancuran  dan kebinasaan. Marah jenis ini adalah marah yang sangat tercela baik secara norma umum maupun dari segi Agama.

Marah yang dilarang oleh Nabi SAW, adalah marah yang menimbulkan perbuatan perbuatan tercela, seperti mencaci orang, menghina orang, menyakiti orang, baik dengan kata kata maupun dengan tindakan fisik, seperti mendorong, memukul, bahkan  sampai membunuh.

Dilihat dari  tampilan fisikpun kemarahan seperti ini banyak sekali keburukannya, seperti muka memerah, mata melotot, gigi gemeretak, dan urat  urat menegang yang membuat tampilan fisik kita menjadi buruk dan menakutkan,  membuat orang orang sekitar kita menjauhi dan enggan dekat dekat dengan orang yang sedang melampiaskan amarah itu.

Kemarahan seperti ini  biasanya diikuti dengan penyesalan bila kemarahan telah reda, karena respon orang orang yang dicintainya sudah berubah tidak lagi mesra dan akrab seperti sebelumnya. Anak anak jadi takut mendekati, istri atau suami  jadi kaku dan menjaga jarak, dan banyak lagi kerugian yang merupakan dampak negatif dari kemarahan seperti ini.

Lalu adakah cara untuk mengatasi kemarahan seperti diatas tadi? Ya memang ada. Namun saya akan menyebutkan poin poin pentingnya saja, yaitu:

  • Memohon perlindungan  kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk dengan membaca taawudz
  • Diam, jaga lisan dari perkataan yang tidak semestinya.
  • Mengambil posisi yang lebih rendah dari posisi sebelumnya. Bila sedang berdiri, hendaklah duduk, bila sedang duduk hendaklah berbaring.
  • Mengambil air wudlu atau mandi.

Demikianlah postingan kali ini, semoga bermanfaat, mohon maaf atas segala kekeliruan, dan terima kasih atas kunjungannya.

Baca juga cara-supaya-dapat-bangun-malam-tahajjud

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Cara Allah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s