ALLAH MEMBERI UJIAN SESUAI KEMAMPUAN HAMBANYA

allah tidak membebaniKalau kita amati di sekitar kita, sekian banyak manusia tak ada yang permasalahannya persis sama. Karena tiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda beda maka ujian pun bentuknya berbeda beda. Beda orang beda masalah. Hal ini menunjukan bahwa Tuhan Maha Bijaksana. Tuhan tidak akan memberikan beban diluar kemampuan hambaNya.

Ketika kesulitan sedang memuncak, dan iman sedang turun mungkin kita berpikir Tuhan tidak adil  telah memberikan beban ujian yang begitu berat. Apalagi kalau membanding bandingkan dengan kondisi orang lain. Orang lain seperti tidak punya masalah berat, hidupnya adem ayem saja, ekonominya mapan, anak cucunya pada sukses, dan lain sebagainya, yang intinya menganggap orang lain hidupnya lebih enak dan kehidupan dirinya papa dan sengsara. Yang lebih buruk lagi kalau menyalahkan Tuhan bahwa Tuhan tidak adil, ‘naudzubillah….

Tuhan Maha Adil. Allah akan menguji semua hambanya. Ujian ini diberikan  untuk menguji keimanan dan ketakwaanya. Jadi kalau ada pikiran nyleneh bahwa si Anu dan si Ini enak banget hidupnya tanpa ujian kesulitan apapun, maka pikiran seperti itu adalah pikiran yang dibisikan oleh syetan.

Allah  Maha Sempurna, Maha Suci dari segala kekeliruan. Tidak mungkin  akan salah memberikan beban yang melebihi kemampuan hamba hambaNya. Allah telah berfirman,Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Qs.2 :286), jadi ujian yang dihadapi tiap orang sesuai dengan kemampuannya, tidak kurang tidak lebih.

Begitupun dalam mencari rejeki,  kesulitan yang dihadapi oleh tiap tiap orang sesuai dengan kemampuannya. Bagi seorang yang berbakat menjadi seorang pedagang keliling akan mengatakan tidak sanggup menjadi seorang pegawai kantoran yang berjam jam duduk menghadapi komputer diruangan yang kecil. Sebaliknya bagi seseorang yang telah berbakat menjadi pegawai kantoran akan mengatakan tidak akan sanggup berjalan seharian berpanas panas menawarkan dagangannya.

Begitulah keadilan Allah memberikan beban sesuai dengan  kesanggupannya. Mungkin karena rasa bosan yang sedang menghampirinya memang kadang ada pikiran nyeleneh yang mengatakan hal hal yang tidak semestinya.

Memang ada orang orang yang sedang khilaf lalu menghitung hitung kesialannya. Apalagi kalau pikiran buruk sangka yang terus diperturutkan. Ditumpuk tumpuknya pikiran akan kesialan kesialan yang dirasakannya. Orang seperti ini menganggap dirinyalah orang paling celaka di dunia ini. Seharusnya melihat ayat ayat Qur’an diatas saja sudah menjadi tenang dan pikiran yang gelap akan segera berpikir pada jalur yang semestinya.

Bila pikiran buruk masih juga mengganggu, ada baiknya menyimak kata kata dari Socrates, “Jika segala rupa kesialan dan kemalangan dikumpulkan jadi satu disuatu tempat, dan tiap tiap orang mengambil jatahnya secara sama banyak, maka kebanyakan orang akan puas mengambil bagiannya sendiri sendiri, dan diam diam pergi dari  tempat itu.” ( kutipan ini diambil dari buku “life begins at fourty” by Robert Peterson  ).

Nah, masihkah berpikir bahwa Tuhan tidak adil dan menganggap diri sendiri paling sial? Semoga dengan tulisan yang sederhana ini mulai terbuka dan belajar sabar dan ikhlas menerima segala ujian hidup ini.

Sekian postingan kali ini, dan terima kasih atas kunjungannya.

Baca juga : hikmah-adanya-masalah-kehidupan

Sumber gambar : online-instagram.com

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Cara Allah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke ALLAH MEMBERI UJIAN SESUAI KEMAMPUAN HAMBANYA

  1. Ping balik: Menerima Pilihan Allah | kunangimoet

  2. Ping balik: Hidup Apa Adanya | kunangimoet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s