Cara Mudah Menggembungkan Bonggol Adenium (Kamboja Jepang)

Sobat, ketika anda beadenium.pergian anda pasti  pernah melihat tanaman di pot dengan bonggol akar yang menggembung dengan bunga yang bermekaran . Indah ya? Mungkin itu  tanaman bunga Adenium. Banyak juga yang menamakan Kamboja Jepang.

Adenium ini nama latinnya Adenium obesum. Tanaman ini aslinya berasal dari daerah Afrika dan Asia Barat. Jadi merupakan tanaman gurun. Kita di Indonesia sering tertipu dengan penamaan Kamboja jepang, seolah dari jepang.

Penamaan ini mungkin karena terbiasa melihat adenium tampil dalam bentuk bonsai, seperti tanaman bonsai di jepang gitu, jadi terus menamakan Kamboja Jepang. Padahal menurut Wikipedia, di Afrika sendiri tanaman ini lebih umum dinamakan Mawar Padang Pasir (Desert Rose).

Semua pencinta adenium ingin agar adeniumnya memiliki tampilan yang unik dengan bonggol akar yang menggembung indah, namun tidak semua orang bisa mewujudkan keinginannya membentuk bonggol akar yang menggembung indah. Dibonggol itulah keindahannya, bahkan ada yang mengatakan kaindahan bonggol itu melebihi keindahan bentuk dan warna bunga adenium itu sendiri.

Karena keindahan dan keunikan bonggol itulah maka pecinta adenium akan berusaha semaksimal mungkin membentuk bonggol adeniumnya agar tampil menarik, indah dan unik, dan berbeda dari adenium milik siapapun. Apabila adenium dibiarkan saja tumbuh secara alami maka adenium itu akan tumbuh memanjang seperti tumbuhan lain apa adanya. Campur tangan pemilik bunga adenium adalah mutlak dilakukan untuk memperoleh bentuk bonggol yang artistik.

Sebelum penulis melanjutkan tulisan ini, perlu diketahui bahwa tanaman adenium yang bisa dibentuk bonggol menggembung  adalah adenium yang berasal dari biji, bukan dari stek atau  cangkok. Kalau sudah paham hal ini, barulah kita membahas cara menggembungkan bonggol adeniumnya.

Bagaimana caranya?

Tiap pecinta adenium pasti punya trik trik sendiri agar adeniumnya unik, dan berbeda dari adenium milik siapapun. Tiap pemilik adeniumnya akan merahasiakan trik pribadinya. Saya hanya akan membahas basic dari cara pembesaran bonggol. Langsung saja ke te-ka-pe!! Yo mari…:

  • Pilihlah bahan adenium yang baik

Adenium yang baik dicirikan dengan kondisi tanaman yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, batang berwarna hijau segar, daun yang segar dan hijau mengkilat. Namanya juga ‘bahan’ , maka diusahakan masih relatif muda jadi masih mudah dibentuk. Tanaman ‘bahan’ masih dibawah 1 tahun. Tanaman adenium yang relatif sudah tua akan menyulitkan dibentuk karena pertumbuhannya sudah mulai berkurang.

  • Angkat dari media tanam dan bersihkan.

Angkatlah adenium dari polibag atau pot kecil dengan cara menyiramkan air melalui pipa slang agar tanah menjadi lunak dan gembur sehingga akan memudahkan ketika proses  pengangkatan tanaman dari media tanam dalam pot atau polybag. Lakukan dengan hati hati agar batang dan akar tidak terluka dan patah.

  • Keringkan tanaman yang sudah bersih

Angin anginkan tanaman agar kering dan memudahkan proses pemotongan bonggol tanaman.

  • Potong bonggol di bagian yang tepat

Potong di bagian bonggol yang berdiameter terbesar. Lakukan hati hati dengan menggunakan pisau (cutter) yang bersih dan steril. Lalu rendam luka bekas potongan dalam larutan fungisida selama 10 menit agar bekas potongan tidak jamuran yang bisa menyebabkan pembusukan. Keringkan bekas rendaman fungisida pada bonggol dengan mengangin anginkan selama 30 menit.

  • Olesi dengan perangsang akar

Sebelum ditanam kembali olesi bekas potongan dengan zat perangsang akar yaitu Rotton F atau Atonik yang berguna untuk merangsang pertumbuhan akar agar bonggol segera mendapatkan nutrisi kembali dari akar baru sehingga bonggol makin cepat menggembung  dan indah.

  • Tanam kembali

Tanam kembali adenium yang telah dipotong dan diolesi dengan perangsang akar Rotton F. Gunakan media tanam yang mendukung pertumbuhan akar baru dari bekas pemotongan bonggol. Media tanam dapat berupa campuran sekam bakar, kompos dan pasir dengan perbandingan 3:1:1. Perbandingan ini tidaklah mutlak . Bila dirasa belum cukup porous anda bisa menaikan perbandingan menjadi 4:1:1.

Diawal pemindahan tanaman anda harus meletakan ditempat yang  teduh. Namun bila tanaman telah tumbuh normal dengan keluarnya akar baru anda harus meletakan pot tanaman di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kita tahu tanaman ini habitat aslinya di daerah gurun yang kering dan kena sinar matahari penuh.

Oke, itu saja postingan kali ini, semoga yang singkat ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan anda.

Sumber ilustrasi: Pinterest.com

Baca juga: cara agar bunga mawar cepat berbunga

 

 

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di tanaman dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s