Kenapa Doaku Belum Terkabul?

Sobat, semua manusia pasti mengapa doaku belum terkabulpunya kainginan. Keinginan yang ingin segera terwujud jadi kenyataan. Karena itulah mati matian manusia berusaha dengan segenap kemampuan untuk mewujudkannya. Namun kadang  ada satu hal yang terlupa dilakukan, yaitu Doa. Ya berdoa pada Tuhan.

Sehebat apapun usaha yang dilakukan oleh manusia, jika belum diperkenankan oleh Allah maka keinginannya pasti belum bisa terwujud. Karena itu maka doa merupakan kebutuhan tiap manusia untuk mewujudkan keinginannya. Dan semuanya ingin agar doa yang dipanjatkan segera terkabul.

Tapi dalam kenyataannya banyak orang mempertanyakan kemustajaban doa yang telah dilakukannya. Berhari hari, berbulan bulan, bahkan bertahun tahun telah berdoa. Namun doa yang dipanjatkannya belum juga terwujud. Pasti akan terlontar tanya di hatinya,”Kenapa doaku belum terkabul?”.

Sesungguhnya kalau kita memanjatkan doa pada Allah, dan syarat syarat  cara berdoa sudah dipenuhi,  maka kita harus yakin sepenuhnya bahwa doa kita pasti terkabul.

Bukankah Allah sendiri telah berjanji:

“Berdoa kepadaku niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Qs.Al Mukmin:60)

Juga pada ayat yang lainnya :

“Dan apabila hamba hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang orang yang berdoa kepadaKu” (Qs.Al Baqarah:186).

Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak seorangpun yang berdoa, kecuali akan dikabulkan”(HR.Tirmidzi).

Kalau sudah ada  keterangan yang jelas mengapa masih ragu dan mempertanyakan doa yang sampai saat ini belum terkabul.

Cara Allah mengabulkan doa hambaNya bermacam macam, hal ini dijelaskan oleh Nabi SAW dalam sabdanya :

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutus silaturahmi (antara kerabat) melainkan Allah SWT akan beri padanya tiga  hal :(1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah  akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan dirinya dari kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan,”Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Rosulullah SAW lantas berkata,”Allah SWT nanti yang memperbanyak pengabulan doa doa kalian.” (HR. Ahmad)

Sobat kalau Allah sudah berjanji, maka pasti ditepatinya. Allah tidak pernah mengingkari janjiNya.

Kalau sampai saat ini doa kita belum terkabul, pasti ada hikmah yang masih tersembunyi. Mungkin suatu saat kita akan memahami hikmah dari tertundanya pengabulan doa yang kita panjatkan.

Marilah kita kupas kemungkinan kemungkinan hikmah yang tersembunyi dari belum terkabulnya doa doa yang kita panjatkan. Kemungkinan itu antara lain :

  • Mungkin Allah  menunda  pengabulan doa untuk kebaikan kita.

Allah Maha Mengetahui kapan doa kita dikabulkan. Mungkin Allah mengetahui bahwa doa kita lebih baik diberikan di akhirat kelak. Kalau diberikan saat ini mungkin akan membawa kemudaratan di belakang hari. Mungkin kita akan menjadi takabur, atau yang biasanya rajin sholat menjadi malas sholat dan berdoa karena merasa doanya sudah terkabul, karena merasa tidak butuh lagi pada pertolongan Allah.

  • Mungkin untuk  menguji keimanan dan kesabaran kita

Penundaan pengabulan atas doa doa kita bisa jadi merupakan ujian keimanan dan kesabaran kita. Allah ingin menguji apakah kita yakin akan janji janji Allah dari ayat diatas. Juga diuji sekuat apa hambaNya dalam menunggu janji yang telah diyakininya. Kita mendengar dari riwayat  para nabi yang begitu kukuh meyakini janji Allah. Ingatlah berapa puluh tahun Nabi Zakariya as, terus menerus memohon dikaruniai seorang anak. Ingat pula Nabi Yakub as, yang selama puluhan tahun berdoa untuk memohon kembalinya dua anaknya yang hilang, Yusuf dan Bunyamin. Begitupun Nabi Musa bertahun tahun memohon kehancuran  fir’aun yang zalim. Doanya diaminkan pula oleh Nabi Harun. Ada riwayat yang menceritakan bahwa doa Nabi Musa baru terkabul setelah berdoa selama 40 tahun! Kalau sekelas Nabi saja doanya begitu lama, para Nabi bersabar menunggu doa, apalagi kita yang ketakwaanya masih seuprit, mengapa harus protes kalau doa belum dikabulkan.

  • Mungkin menunggu proses pengabulan doa diwaktu yang tepat

Apakah kita yang berdoa sudah pantas menerimanya? Sebagai ilustrasi, seorang anak TK meminta motor pada orang tuanya. Karena pertimbangan belum cukup umur orang tuanya menunda pengabulan permintaan anaknya sampai anak itu cukup dewasa untuk membawa motor. Bila dikabulkan permintaan anak TK itu, mungkin akan membawa mudharat kepada anak tersebut. Bisa celaka bila membawa motor. Begitupun Allah lebih mengetahui kapan kita mendapatkan harapan dari doa yang kita panjatkan. Berbaik sangka saja pada Allah. Allah Maha Mengetahui yang  terbaik buat hambaNya.

  • Mungkin Allah masih ingin mendengar lantunan doa hamba yang dicintainya

Allah menyukai orang orang yang beribadah (mengabdi) padaNya. Doa adalah salah satu bentuk ibadah. Mungkin Allah masih rindu mendengarkan lantunan doa yang dipanjatkan dengan khusyu oleh hamba hambaNya.

Bagaimana bila anda memiliki anak yang lucu, imut dan menggemaskan. Bila anak tersebut merengek minta sesuatu dengan manja pada anda, pasti anda ingin berlama lama mendengarkan rengekan manja anak anda. Anda tidak langsung mengabulkannya, namun menggoda anak anda agar berlama lama mendengarkan rengekannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tidak ada sesuatupun di sisi Allah SWT yang lebih mulia daripada doa” (HR. Ahmad).

Kemungkinan hikmah  lainnya bisa anda tuliskan, semua hanya kemungkinan belaka. Yang mengetahui hikmah sesungguhnya tentu hanyalah Allah saja. Kita hanya meraba raba berdasarkan keyakinan bahwa semua kejadian itu ada hikmahnya. Walaupun kenyataanya pahit.  Kita harus tetap berprasangka baik pada Allah bahwa kenyataan pahit yang kita alami  pasti mempunyai hikmah yang baik. Tergantung seorang hamba menyikapinya. Bukankah Allah tergantung prasangka hambaNya?

Cukup sekian postingan kali ini, semoga yang singkat ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Baca juga :  hikmah-adanya-masalah-kehidupan

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Cara Allah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s