TUKANG PERMAK LEVIS DI KAMPUNGKU

sempit-permakKupandangi celana jeansku dengan perasaan kecewa dan sedih . Sudah dua jeans kucoba dan tak ada yang muat lagi di pinggangku. Secepat itukah perutku membuncit? Padahal aku masih mempunyai 5 jeans lagi, yang belum kucoba.  Aku jadi was was semua jeansku tak bisa digunakan. Dan yang bikin hatiku makin dongkol semua jeansku tak muat lagi di pinggangku. Yaahhhh….mubaziir…

Memang sejak aku dinyatakan menderita gangguan jantung , jarang sekali berolah raga berat, cepat merasa capai dan napasku jadi pendek, maka aku hanya olah raga ringan yang tidak bisa mengimbangi asupan makanan yang cukup  besar sehingga menumpuk jadi lemak di pinggang, walhasil jeans kesayanganku sudah pada sempit dibagian pinggang.

Daripada jeansku kutumpuk di lemari tak berguna, akhirnya kubagi bagikan pada saudara dan orang yang mau memakai jeans bekasku, lumayan  masih ada yang mau memakainya. Daripada mengisi lemari pakaian atau dibuang kan sayaang.

Tapi beberapa hari yang lalu aku melihat kerumunan ibu ibu yang mengelilingi sesuatu. Rupanya ada tukang permak celana. Di kampung  seperti ini ada juga tukang permak. Dulu tukang permak hanya ada di kota, mungkin karena sengitnya persaingan antar tukang permak kini melirik ke perkampungan untuk menolong warga yang memiliki pakaian yang ukurannya tidak lagi sesuai dengan ukuran tubuhnya, sehingga pakaiannya perlu dirombak lagi.

Andaikata aku bertemu dengan tukang permak sejak beberapa bulan yang lalu mungkin aku bisa membesarkan ukuran celana jeansku sehingga masih bisa kupakai. Sehingga aku tidak perlu lagi membeli  jeans baru lagi, sekarang harga jeans sudah pada naik, mungkin aku harus cukup lama menabung untuk bisa memiliki jeans baru.

Dengan kehadiran tukang permak di kampungku mudah mudahan warga bisa mendapat solusi murah untuk permasalahan yang dialami olehku. Meskipun sepele kehadiran tukang permak ini menjadi  interaksi mutualisme lho? Tukang permak dapat duit buat blanja dapur,  ibu ibu juga menghemat uang sampai ratusan ribu jika harus membeli pakaian sejenis bila tidak ada tukang permak. Daripada beli jeans  baru atau gaun anak yang baru lebih baik dipermak kan bisa dipakai lagi,  menghemat kaan……? Ucapin makasih yang banyak buat mang permak dan yang penting ongkosnya jangan ditawar banyak banyak, ntar ga mau lewat kampung ini lagi, baru nyaho!!

Hehhh… tulisanku kelar juga dan kucukupi dulu, anggap saja ini pemanasan untuk kembali mainan laptop, setelah setahun kutinggalkan karena koneksi internet dikampungku masih bergantung pada telkomsel yang masih edge, sehingga mengurangi semangat ‘dolanan’ leptop.

Aku juga ga tau  ini tulisan manfaat ga sih? Ah bagi yang membaca dan ga dapat  apa apa, hanya buang buang waktu saja membaca tulisan ini, yah maklumi saja. Maafin ya…?

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di ngalor ngidul dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s