Mensyukuri Pemberian Tuhan

mensyukuri pemberian allahSobat, ketika kita masih dimusim kemarau kita sangat berharap akan datangnya musim penghujan agar air bersih senantiasa tersedia. Sekarang kita berada di musim penghujan air hujan datang setiap hari,  kita tidak bisa keluar rumah setiap hari ke tujuan yang ingin kita datangi. Kita memandang betapa nikmatnya ketika musim kemarau, kita bisa pergi kapanpun ke tempat yang ingin kita datangi.

Sekarang kita menyadari bahwa apapun yang diciptakan oleh Tuhan  selalu membawa hikmah dan tujuan yang membawa kenikmatan. Ini bukti bahwa Tuhan Maha Kasih dan Maha Sayang. Namun kadang kita tidak bisa merasakan kasih sayang Tuhan , karena kita selalu memandang dari sudut pandang nafsu kita. Kalau sesuai dengan keinginan nafsu  kita, kita menganggap Tuhan sayang pada kita. Kalau tidak sesuai dengan keinginan nafsu kita, kita menganggap Tuhan jahat  pada kita.

Padahal tidak seperti itu, Tuhan berbuat menurut apa yang dikehendakiNya dengan pertimbangan kasih sayangNya. Hamba Tuhan bukan kita saja, orang lain, dan mungkin hewan hewan lain memiliki keinginan dan kebutuhan yang mungkin berbeda dengan kita. Dan mereka mungkin lebih membutuhkan dari pada kita.

Mungkin kita membutuhkan cuaca panas ‘hanya’  untuk mengeringkan cucian kita atau sekedar ingin berjumpa dengan teman yang kita rindukan untuk sekedar mengobrol dan melepas kangen. Sementara mahluk lain seperti cacing tanah dan mungkin kecambah dari biji bijian dihutan yang baru tumbuh, lebih membutuhkan air hujan untuk kelangsungan hidup mereka, Tuhan tentu tahu kemaslahtan yang mana yang lebih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mahluk mahlukNya.

Setiap apa yang diciptakan  oleh Allah tentu mempunyai tujuan dan hikmah yang baik, namun sayangnya kadang kita hanya bisa menyadari ketika ciptaan Tuhan itu telah hilang dari  kehidupan kita. Contohnya, kita baru merasakan nikmatnya kesehatan ketika kita sudah menderita sakit. Kita bisa merasakan nikmatnya kehadiran seorang sahabat ketika sahabat itu telah pergi jauh dari kita, kita baru bisa merasakan nikmatnya memiliki gubuk kecil  ketika gubuk itu telah hilang dihempaskan badai.

Alangkah nikmatnya kalau kita bisa membaca hikmah  ciptaan Tuhan itu ketika nikmat Tuhan masih bersama kita, kita bisa mensyukuri setiap pemberianNya. Mungkin kalau kita bisa melihat tujuan dari diciptakannya peristiwa dan benda di sekitar kehidupan kita, maka kita bisa menjadi manusia yang senantiasa bersyukur, yang pada akhirnya akan menambah kenikmatan pada kualitas hidup kita.

Semoga dengan tulisan ini menambah kesadaran kita pada anugerah Tuhan yang senantiasa diberikan pada kita  pada setiap penciptaanNya.

Terima kasih sobat atas kunjungannya dan mohon maaf atas segala kekurangannya.

Baca juga :menerima-pilihan-allah

Iklan

Tentang setyo adhi

saya hanyalah pria introvert yang sedang belajar menjadi orang'baik'
Pos ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s